Warung Kopi BMW (Betah Melek Wengi)

Dalam gegap gempita kopi di Indonesia, nyaris semua kedai atau warung kopi menyajikan hanya dua jenis kopi: arabika dan robusta. Padahal ada satu lagi varietas kopi yang menarik untuk diulik: liberika. Para peneliti kopi menjulukinya sebagai kopi nangka karena bijinya yang besar nyaris menyerupai biji nangka. Cita rasanya ada samar-samar sayuran.

Kopi ini dibawa ke Indonesia pada abad 19 untuk menggantikan kopi arabika yang terjangkit wabah besar kala itu. Kopi liberika saat itu banyak ditanam di Jambi dan Bengkulu. Tapi sekarang kopi ini kalah populer ketimbang dua saudara tuanya. Hanya sedikit daerah yang menyajikan kopi liberika ini. Salah satunya adalah Jember.

Warung-warung kopi di Jember rata-rata menggunakan kopi nangka sebagai bahan baku utama sajian kopinya. Kopi ini memiliki cita rasa yang unik. Pengolahan yang tidak tepat akan menyebabkan citarasa kopi nangka tidak keluar, berasa meminum jus sayur.

Tanaman kopi jenis ini tumbuh subur dan liar serta banyak ditemukan di daerah Tapal Kuda: Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Lumajang, dan juga Situbondo. Tanaman kopi liberika agak berbeda dengan arabika dan juga robusta. Tanaman Liberika tumbuh tinggi menjulang, biasanya di atas 2 meter, kadang sampai 9 meter. Petani menggunakan tangga untuk memanen kopi ini. Keterbatasan jumlah pohon liberika, dan ukurannya yang cukup tinggi membuat produksi kopi ini relatif sedikit bila dibandingkan robusta dan juga arabika. Di Jember hanya ada beberapa warung kopi yang mampu mengolah kopi nangka menjadi sajian kopi dengan citarasa khas. Warung yang dikelola Hozen adalah salah satunya.

Hozen berjualan kopi sejak tahun 1993. Awalnya ia menggunakan gerobak, menyajikan kopi pada orang-orang di kawasan Talangsari. Setelah setahun, pelanggannya mulai banyak. Pada 1994 akhirnya ia menyewa kios di daerah Talangsari. Hingga kini tempat itu masih digunakannya berjualan kopi. Tim Ekspedisi Miko berkesempatan mampir dan mencicipi kopi buatannya tepat di malam Kemerdekaan Republik Indonesia.

Awal berjualan kopi, Mas Zen, panggilan akrabnya, belum mempunyai nama untuk warungnya. Berawal dari kesukaannya bermain catur, warung kopinya ia lengkapi dengan skak –istilah lain catur. Perlahan, teman-teman dan para pecatur Jember mendatangi warungnya. Mas Zen sengaja membuat warung kopinya sebagai tempat berkumpulnya para pecatur dan penikmat kopi. Hal ini dilakukannya demi menghidupkan olahraga catur di Jember.

Kopi Nangka dan Meja Catur khas Warung Kopi BMW
Kopi Nangka dan Meja Catur khas Warung Kopi BMW | © Rizki AS

Tahun 1996, Zen membuat turnamen catur. Dari berkumpulnya para pecatur inilah tercetus nama Warung Kopi BMW, singkatan dari Betah Melek Wengi (betah melek hingga malam). Nama itu dipilih sebab para pecatur memang sering bertanding hingga malam, dan tentu butuh asupan kopi. Dengan logo kuda serta Benteng, Warung Kopi BMW dikenal hingga sekarang.

Kesukaannya bermain catur mengantarkan Mas Zen masuk ke PERCASI Jember pada tahun 1997. Ia juga tetap berjualan kopi. Usahanya semakin ramai dikunjungi. Tahun 1998, ia memutuskan untuk membeli lahan yang disewanya.

Sejak itu pula, Zen fokus mengurusi BMW. Setiap pagi ia harus menyangrai kopi untuk warungnya. Sekali menyangrai, kopi akan habis dalam dua hari. Kadang beberapa sore sekali, ia menyangrai demi menjaga persediaan warung kopinya. Kopi sangraiannya selalu dibuat untuk habis dalam dua hari. Hal ini dilakukannya demi menjaga kesegaran kopi, dan citarasa yang dihasilkan. Kalau sedang ramai, stok kopinya bisa habis dalam sehari.

Zen biasa membeli kopi nangka di Pasar Tanjung, pasar terbesar di Jember yang terletak sekitar 1 kilometer dari BMW. Kadang ia memesannya dari petani kopi di Kecamatan Panti, Jember, atau juga dari petani kopi Banyuwangi. Kopi yang dibeli dan dipesan masih berbentuk green bean. “Saya selalu pakai kopi nangka, kalau tak dapat kopi tersebut, yah saya cari sampai dapat. Kalau tak pakai kopi nangka, saya bisa tidak jualan,” katanya.

Saya semakin penasaran mengetahui apa resep kopi racikannya sehingga bisa sangat nikmat. Zen hanya tersenyum sembari berkata, “kopinya harus kopi nangka, lalu disangrai dan disajikan dalam keadaan fresh. Hanya saya dan almarhumah ibu saya yang tahu cara dan racikan menyangrainya. Kalau takaran kopi saat disajikan, mulai pelan-pelan saya ajarkan ke anak sulung saya, Abdur Rokib.”

Rokib kini dipercaya menjagai BMW dari pagi hingga sore hari. Sedang saat sore, Mas Zen dan Istri yang ganti menjaga warung. Mas Zen membuat minuman, sedang istrinya bagian kasir dan mencatat pesanan.

Dalam satu bulan, BMW mampu menghabiskan 30 kilogram kopi. Artinya dalam sehari 1 kilogram kopi habis terjual. Kadang saat akhir pekan, 1,5 – 2 kilogram habis dalam sehari. Itu hanya sajian kopi. Belum termasuk sajian minuman lainnya dan juga menu makanan.

Warung BMW
Warung BMW, jalan KH Shiddiq nomor 88, Jember | © Google Maps

Sudah 23 tahun merintis usaha kopi, BMW menjadi amat terkenal dan mendapat kepercayaan beberapa mitra usaha di Jember untuk kerjasama. Ada produk susu, minuman berenergi, dan juga rokok. Mas Zen hanya tak mau kerjasama dengan mitra usaha yang menawarkan produk kopi instan. Baginya kopi instan bukanlah kopi.

Supaya pelanggan yang tak bermain catur tetap betah, BMW dilengkapi dengan saluran televisi digital. Akhir pekan warung kopi BMW ramai dikunjungi para penggila bola. Yang tak suka bola bisa bersantai dengan bermain catur dan juga karambol.

Zen kini sedang menyiapkan untuk membuka cabang BMW di tempat lain. Oh iya, BMW ini buka selama 24 jam, dapat anda singgahi di jalan KH Shiddiq No 88, Jember.

 

sumber : www.minumkopi.com

Advertisements

Kopi Murni Kopi Lokal Indonesia

Tagged with: ,
Posted in Tempat Ngopi
One comment on “Warung Kopi BMW (Betah Melek Wengi)
  1. […] on March 20, 2017 by kopilokalblog — Leave a […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Flag Counter
%d bloggers like this: